Bapak Ibu mohon maaf sebelumnya,
Saya sdh cukup lama tinggal di TS (lebih dr 10 th), bagi saya dan kelg….sudah ada orang yg mau mikirin warga saja sudah amat sangat berterima kasih sekali.
Tentang progress dan kelanjutannya gimana, kami yakin Bapak2 dan Ibu2 pengurus yg sudah mau menyisakan waktu dan tenaga untuk mengurus warga sudah punya planning yg matang apalagi wacana ttg forum ini sudah digulirkan dr tahun2 sebelumnya. Misalnya toh ada kendala, itu juga bisa dimaklumi…..namanya juga kerja sosial, alangkah bijaknya kalo kita yg tdk tau persis dan kepingin tau lebih dalam lebih elok japri atau bersilaturahmi langsung dg salah satu pengurus ketimbang menulis e-mail berpanjang2. Masih mending jika ketertarikan itu sama porsinya dg keinginan untuk ikut mikirin warga, yg saya kawatirkan adalah ada oknum-oknum yg ssenangnya mmg sengaja memperkeruh suasana.
Seperti member millist lainnya, sayapun hanya orang biasa….tapi malu bagi saya untuk bertindak sok luar biasa.
Itulah sepenggal kisah rasanya jadi orang biasa dunia saiber dan dunia bertetangga, saya bukan mengeluh, cuma, ada satu hal buat semua orang biasa : Masih mending jika ketertarikan itu sama porsinya dg keinginan untuk ikut mikirin warga, yg saya kawatirkan adalah ada oknum-oknum yg ssenangnya mmg sengaja memperkeruh suasana. Ingat itu !
Hanyalah OB (orang biasa), asli Ciamis / Pituin Urang Sunda, buruh pabrik ngurusin MRP, di Taman Sentosa (J6/6) Cikarang, belajar go-blog (hari gini nggak punya blog ?)













tanyaken saja…
kok 10 tahun tinggal tidak ada yg ngurusin, lha selama ini di lingkungan dia tinggal logikanya sudah ada yg ngurusin (contoh RT dan atau RW). Ini terasa Janggal.
udah wacana 2 tahun yang lalu rencana ini..?
wah,.,wah
apakah si penulis tau rencananya apa saja? apa manfaatnya?
# 1 : Pak Maryadi,
Nampaknya penulis surat yang ditujukan ke saya itu mungkin benar, selama 10 tahun ini di lingkungannya nggak ada pengurusnya, baru sekarang mau ada yang ngurusin, atau mungkin nggak pernah mengakui pengurus yang ada, atau nggak tahu kalau di lingkungannya ada pengurus, mungkin…….???
Kalau saya lihat, yang menulis surat ini sebenarnya adalah orang luar biasa, sebab dia sudah bisa menakar porsi keikutsertaan seseorang (pakai telepati mungkin…….?)
Weleh…weleh…. yg pasti yang nulis punya penyakit post power syndrome
hueueueuh agak aneh juga.. emang apa yang salah sih dengan jadi orang biasa? kan bukan dosa :p
#4 : Neng Tazya, hatur nuhun parantos kersa rurumpaheun ka rorompok sim kuring. Neng, bukan masalah dosanya, tapi karena di sini mereka sudah memposisikan sebagai orang luar biasa (bisa menakar), makanya mereka berlaku seperti itu, merasa terusik gitu lah cepetnya mah.
Saya sangat respek kepada pengurus RT yg mau berkorban untuk lingkungannya, tetapi kalau harus ngarang-ngarang membuat forum-forum spt ini rasanya kok berlebihan. Apalagi di TS ini sdh hampir 13 tahun berada dan baru tahun ini muncul FKK seakan-akan suatu yg luar biasa, lantas pengurus RT sebelumnya dianggap gambar kartun kali yeeee…..
Lebih prihatin lagi, saya dengar adanya intimidasi dari oknum pengurus….klop sudah kalau mereka kurang dapat menerima cara demokrasi.
Coba kita melihat kembali kebelakang sebelum FKK ini dibentuk,
1. Apakah ada warga yg susah bikin KTP?
2. Apakah ada warga yg tidak merasa aman?
3. Apakah ada yg menyusahkan Anda?
# Pa Saras, biarkan aja mereka berjalan seperti itu, intinya, dari blok orang biasa nggak akan ikut-ikutan seperti itu, walaupun saya dipilih menjadi RT, nggak ada yang bisa maksa kok saya harus ikut ke sana, mau maksa ? makan aja tuh ajakan, kita mah orang biasa. Intinya nggak ikut.