Cabut Rambut Kusut !

Mei 10, 2008 pukul 10:13 am | Ditulis dalam Indonesiana | 6 Komentar

Kita semua tahu angka 10 & 100, dalam nilai sebuah test, bisa menjadi nilai sempurna. Bahkan, untuk anda yang penggila sepakbola pasti kenal sekali dengan nomor punggung 10, yang merupakan angka keramat. Legenda hidup sepakbola dunia, Maradona, Pele dan Michael Platini, sepakat menggunakan angka 10 di punggung mereka. Selain itu ada Michael Owen dan Wayne Rooney yang mengkombinasikan angka 1 dan angka 0 di punggung mereka. Pendek kata, angka 10 boleh dibilang angka spesial.

Di Indonesia, angka 10 tergolong biasa-biasa saja. Tidak percaya ? Kita lihat umur reformasi yang bulan Mei ini genap berumur 10 tahun, di saat bersamaan, Kebangkitan Nasional sudah berusia 100 tahun. Perubahan apa yang anda rasakan ?

Kita bicara rupiah, yang di masa krisis moneter pada 10 tahun lalu sempat karam di angka Rp 15.000, kini stabil di Rp 9.000-an per USD. Wah membaik, dong ?

Jangan happy dulu. Memang, kita bisa melihat bagaimana mobil-mobil mewah baru, bermunculan di jalanan Indonesia, ponsel-ponsel baru dengan teknologi tinggi hadir, orang-orang antre belanja di pusat-pusat perbelanjaan atau antrean tiket di tempat-tempat pertunjukkan.

Tapi, jangan lupa, di tengah antrean mal & tempat pertunjukkan, masih banyak masyarakat kita yang hobi antre minyak goreng murah, ada juga saudara-saudara kita yang hobinya menadah beras untuk orang miskin (raskin).

Sebagian rakyat negeri ini juga mulai rajin puasa. Bukan lantaran ajaran agama atau sedang diet, melainkan karena susah sekali mendapatkan asupan yang bisa dimakan. Akhirnya banyak bayi dan balita yang mengalami gizi buruk.

Bagaimana dengan korupsi ? males ah… membicarakannya, terlalu lebar yang harus dibicarakan, bad mood !

Nah, yang tidak kalah seru adalah di panggung politik, aktor-aktornya kini hampir sama dengan 10 tahun yang lalu, minus Soeharto. Ketika Pak Harto lengser, Pangab waktu itu, Wiranto langsung tampil. Dia menegaskan akan menjaga kehormatan mantan Presiden, Soeharto.

Eh, kini Pak Jendral jadi Ketua Umum Partai Hanura, nah loh….Dan lama tidak berjumpa, mantan Ketua MPR dan Menteri Penerangan, Harmoko telah mendirikan Partai Kerakyatan Nasional.

Sutiyoso yang 10 tahun lalu jadi Gubernur DKI juga ge-er, merasa banyak partai yang bakal menjagokannya menjadi Presiden. Adalagi asal jangan Megawati, Gus Dur, SBY sudah menyatakan bakal maju dalam pemilihan Presiden tahun depan.

Ingatan saya kembali ke 10 tahun lalu ketika masih kuliah di sini. Saat itu keinginan mahasiswa terbagi 2. Cukup sampai Soeharto jatuh atau bersihkan total seluruh birokrasi dan politik dari politisi-politisi lama.

Ibarat kata, hanya mau mencabut rambut kusut atau bikin kepala jadi plontos ? Dengan rambut plontos, banyak yang berharap lahirnya tunas-tunas pemimpin yang bersih, terputus dari hutang budi masa lalu.

Akhirnya sejarah mencatat, gerakan mahasiswa waktu itu baru berhasil mencabut rambut kusut, dan simsalabim inilah hasilnya yang kita rasakan saat ini.

Tahun depan Pemilu, apakah kita ingin mencabut rambut kusut atau bikin kepala jadi plontos ? Ada di tangan anda !

Iklan

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Eh tapi, mahasiswa yang dulu katanya idealis sekarang banyak yang masuk politik dan jadi pejabat di senayan sana. Tapi kok tidak memperlihatkan tingkah laku seperti yang dulu sering diteriakkan di sela-sela demo menurunkan Pak Harto? Malahan tingkah laku yang diperlihatkan sekarang sugguh-sungguh menyedihkan.

  2. @ Nampaknya belum banyak deh angkatan 1998 yang sudah jadi pejabat, tapi kalau memang ada, ya berarti dia juga sudah punya utang dengan masa lau, ujung-ujungnya mikirin perut sendiri.

  3. Selama manusia masih ingin dipuji atau disanjung, sampai akhir jaman pun akan masih spt ini. Jangan bermimpi akan datang Ratu Adil yang mampu menjadikan rakyat adil dan makmur. Contoh kecil, dilingkungan RT kita sendiri sering di temui orang-orang yg ingin tampil, padahal apa susahnya sih hidup “berdiri sama tinggi duduk sama rendah? sehingga kita merasa senasib sepenanggungan, dengan tidak mengorbankan perasaan orang lain. Pioneer-pioneer selalu akan mendapat kesan mendalam dengan perbuatan, bukan dengan jorgan-jorgan.

    Jadi jangan heran, sebagian besar hidup foya-foya, sebagian besar lagi hidup menderita. Ingat !!!!! Bagaimana Rasulullah SAW lebih mencintai orang-orang dengan tangan mereka yg kasar karena kerja untuk mencari nafkah yg halal buat keluarganya. Kehormatan di mata manusia, tidak sebaik kehormatan di amata Allah SWT.

    Semoga dapat dijadikan renungan.

  4. Saya masih optimis pada negara ini untuk dapat berubah dari kelam jadi gemilang, ketika gelap menjadi terang, mungkin dengan angka 10 dan 100 sebagai tolakukur/parameter bahwa sudah begitu lama kita merindukan perubahan, bukan hanya teknologi, komunikasi atau modern tetapi perubahan ahlak yang mulia saya yakin dan percaya pasti bisa , darimana dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan seterusnya.

    saya setuju sudah mulai banyak pejabat yang melarang pornoaksi (dewi persik tampil) , mengapa ? saya berpikir memang harus Penguasa dan pemimpin lah yang harus memulai karena mereka mempunyai authority untuk itu , dan kita sangat mendukug adanya perubahan khususnya akhlaq.

    semoga…

  5. @ Bp. Saraswanto & Bp. M. Taufik Hidayat, terima kasih untuk kunjungannya di blog saya.
    Sekarang pertanyaannya adalah : apa yang dapat kita lakukan sekarang, apakah mencabut rambut rontok, atau membuat plontos ?

  6. jd.. gak enak ama pak yoy.. baru skarang ngisi…..
    kembali ke pertanyaan pak yoyo…
    “apakah mencabut rambut rontok, atau membuat plontos?”
    klo menurut hemat saya slama ini,
    mendingan dicabutin rambut gatelnya…
    saya shabis makan mlm dan sh. isya. rutin minta manja2an dengan mantan pacar saya…. yaitu… cabutin rambut gatel..
    wuih.. rasanya.. gatel2 geli…
    mungkin gak pada percaya….
    lebih baik dipraktikan drpd dibicarakan…
    itung2 kita bisa nambah mesra….

    smoga bermanpaat….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: