Rumput tetangga sepertinya hijau selalu

Agustus 27, 2008 pukul 1:39 pm | Ditulis dalam Indonesiana | 29 Komentar

Beberapa hari yang lalu saya pulang kerja dengan perasaan capek yang menggayuti seluruh tubuh. Bahu, punggung, betis, pokoknya satu badan rasanya lelah sekali. Belum lagi pikiran. Walapun badan sudah meninggalkan kantor, tapi pikiran masih disesaki oleh beberapa pekerjaan yang perlu dianalisa dan diambil suatu keputusan terhadapnya. Kepenatan sedikit terobati dengan pulang kampung halaman menumpang bus umum.
Dalam perjalanan pulang kampung tersebut, saya sempat curhat ke istri. Saya bilang enak ya orang-orang yang punya bisnis sendiri dan tidak menjadi pegawai seperti saya. Orang-orang yang punya bisnis sendiri itu (salah satu tetangga saya ada yang seperti itu) kelihatannya ritme hidupnya santai sekali. Ketika pagi-pagi saya harus ke kantor, kadang saya lihat dia masih utak-atik motornya, kadang ngobrol-ngobrol dengan beberapa “karyawannya”, sedangkan saya, mau cari waktu untuk olah raga saja, susahnya minta ampun.
Istri saya cuma tersenyum mendengar keluh-kesah saya. Dia bilang, saya tidak tahu bagaimana kehidupan orang-orang yang punya bisnis itu seutuhnya. Istri saya kemudian cerita, beberapa teman akrabnya yang punya bisnis sendiri, ternyata juga punya segudang keluhan. Mulai dari tidak pastinya penghasilan (mereka bilang jadi pegawai kayak saya enak, tiap bulan gaji sudah pasti). Meraka juga mesti mikirin utang-utang bisnis yang mesti mereka bayar, belum lagi mereka terpaksa menguber-uber orang yang sulit membayar piutang, mikirin gaji pegawai mereka setiap bulan, Membayar pungutan dan sumbangan ini-itu, yang resmi dan tidak resmi, dikomplain pelanggan yang tidak (pernah) puas, menghitung dan menyiapkan laporan pajak, ngurus ijin ini-itu di berbagai instansi yang bikin makan hati, dll, dll…
Rupanya pebisnis teman-teman istri saya itu sering curhat ke istri saya, sehingga istri saya sedikit banyak lebih tahu kehidupan mereka dibandingkan saya yang hanya melihat sepintas saja.
Mendengar penjelasan istri saya tersebut, saya yang hampir tertidur dalam kendaraan, akhirnya sadar, bahwa setiap manusia punya masalah dan persoalannya sendiri-sendiri. Saya pun teringat sempat sekilas menonton acara “infotainment beberapa waktu lalu, dimana kehidupan selebritis yang nampak gemerlap, juga kusut masai dilanda masalah kehidupan, mulai dari masalah karya-karya mereka yang dibajak, hubungan suami istri yang kacau balau, berita selingkuh sana-sini, gugat-menggugat untuk cerai, anak-anak yang broken home dan terjerat narkoba, dll, dll….
Kantuk dan lelah saya tiba-tiba hilang, menguap entah kemana. Saya lihat lagi kehidupan kerja dan keluarga saya, rasanya tidak pantas saya berkeluh kesah, malah tiba-tiba saya merasa sangat kurang bersyukur. Di benak saya, terngiang sebuah pepatah lama, rumput di halaman tetangga memang selalu terlihat lebih hijau”. Padahal, “we never see the dark side of the moon”.
Dalam hati diam-diam saya berjanji akan lebih banyak bersyukur, dan akan merawat dengan lebih baik rumput-rumput dihalaman saya sendiri.

# Selamat menunaikan ibadah Shaum Ramadhan 1429H, mohon maaf untuk semua kekhilafan, semoga kita bisa menjalankan ibadah ini dengan disertai keridhoan Alloh, SWT……

Iklan

29 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. selamat menjalankan ibadah puasa πŸ™‚

    #sama-sama Kang Edy, maaf lahir bathin

  2. rasa syukur mungkin salah satu kunci buat kita bisa lebih menikmati kondisi saat ini…

    # betul Kang, belajar bersyukur itu yang paling sulit, InsyaAllah bisa…. πŸ™‚

  3. Lihat apa yang kau punya, dan di perbaiki. Percuma kalo iri liat tetangga aja πŸ™‚

    # siap…., terima aksih sekali Kang untuk pencerahannya….. πŸ™‚

  4. itulah salah satu kelemahan sekaligus kelebihan manusia, mas suryo, selalu saja bersikap rendah hati sekaligus juga memperlihatkan sikap iri kali yak? selamat menyongsong kehadiran suci, mas, mohon maaf lahir batin.

    # sama-sama Pak Sawali, terima kasih……

  5. Bagaimana jika…. rumput sendiri dan rumput tetangga sama2 dirawat sebaik2nya…. wah…. bisa ditimpuk aktivis wanita nih ya…. huehehehe……. πŸ˜€

    # dirawat masing-masing aja kali…… πŸ™‚

  6. ya donk
    lebih baik kita syukuri dan manfaatkan apa yang dimiliki sebaik mungkin πŸ˜€

    # siap Kang Achoy, mudik ke Ciamis nggak ntar lebaran ?

  7. rumput dihalaman rumah saya selalu lebih indah dari rumput dihalaman tetangga saya …

    # InsyaAllah seperti itu terus Mbak Rindu yang selalu dilingkari hikmah…. πŸ™‚

  8. Entah kenapa bisa begitu? Mungkin memang bersyukur adalah cara terbaik untuk mengobatinya.

    # betul Kang Rafki, selamat manjalankan ibadah Shaum…. πŸ™‚

  9. met menyambut bulan Ramadhan

    # sama-sama Mbak Ely, terima kasih

  10. yupp..
    yang penting adalah bersyukur..
    bukan cuman dalam wujud lisan tentunya..tp juga menjalankan konsekuensi dari syukur itu sampai akarnya..
    ;p

    salam kenal ya mase..

    # siap……salam kenal juga Kang Apidd… πŸ™‚

  11. Lebih baik merawat apa yang kita miliki daripada menggapai sesuatu yang belum pasti.

    # siap Kang Dokter, preventif action pasti itu…… πŸ™‚

  12. abdi Ciamisna di Kampung

    cobi tingali pas gerbang Taman Sentosa masih aya Bakso Bang Eric πŸ˜€

    # Kampungna mana ?, sami atuh Kang….Bakso bang Eric sudah pindah, nggak ada lagi di sekitar Taman Sentosa…..

  13. selamat menjalankan ibadah puasa yak

    # sama-sama kang Okta, hatur nuhun…. πŸ™‚

  14. Saya setuju dengan istri Bapak. Usaha sendiri menurutku jauuuuh lebih berat dari jadi pegawai. Tapi kalo berhasil juga pendapatannya luar biasa besarnya. Saya pernah berusaha sendiri tapi gagal. Saya masih trauma sama usaha sendiri. Saat ini rasanya ingin mencari kerja aja.

    # masing-masing punya talenta untuk hal itu, memang untuk menjadi enterpreneur banyak ujiannya, hanya saj saya juga belum bisa ke arah sana….. πŸ™‚

  15. Syukur memang senjata yang paling ampuh untuk lebih mawas diri. Btw ceritanya sangat menarik mas, i agree !

    # terima kasih Kang, untuk kunjungannya…..

  16. selamat berpuasa, kang…semoga ramadhan kali ini makin membawa kita ke jalan yg di-ridhoi-Nya… πŸ˜€

    # Amin…….., sama-sama Kang Fisto, selamat berpuasa…. πŸ™‚

  17. Selamat berpuasa kang

    syukuri nikmat yang diberi allah kang…

    # sama-sama Kang Erwin, terima kasih sudah mampir di sini…..

  18. demikian lah adanya; mungkin tetangga kitapun melihat kita saya ; jadinya…..

    # mungkin juga sih…… πŸ™‚

  19. tapi kalau menjadi inspirasi tidak apa-apa. asal bersyukur.
    mohon maaf lahir bathin

    # InsyaAllah, memang menjadis ebuah inspirasi, bukan iri hati…. πŸ™‚

  20. Asal kita mau bekerja sungguh-sungguh dan sesuai dengan hati kita, maka pekerjaan itu akan terasa mudah.

    # setuju…..bangetzzzzzz…… πŸ™‚

  21. rumput tetangga ijo gitu soalnya dia beli rumput nya yang mahal…hehehe
    btw selamat menunaikan ibadah puasa ya

    # wow…teori baru lagi aja nih……berarti beda harga ya, hmmm……bi-bisa bener juga nih…. πŸ™‚

  22. met puasa mas yoyo πŸ™‚

    # sama-sama Kang Arul, terima kasih sudah mampir di sini…. πŸ™‚

  23. sepeti mau bilang . istri tetangg lebih bahenol ya mas … πŸ˜€ *kabur*

    # Kang Mantan Kyai ini, bisa aja nebak sisi yang lain, heuheuheu….. πŸ™‚

  24. Selamat menunaikan ibadah puasa Pak…

  25. Bersyukur adalah kunci hidup…. selamat menjalankan ibadah puasa

  26. selamat menjaankan ibadah puasa πŸ™‚

    *ga makan rumput hehehe*

  27. Senantiasa bersyukur, itu kuncinya!
    Btw dapat diartikan pula istri tetangga lebih cantik daripada istri sendiri, gak?
    Ups keduluan ama mantan kyai πŸ˜€

  28. salam
    Numawi Kang jalmi mah sok pasangka-sangka nya, padahalmah sami we geuningan, leres pisan kang nu penting mah kumaha urang nampina nya!!. Wilujeng shaum oge, salam kanggo klulawargi πŸ™‚

  29. rumput tetangga slalu tampak lebih hijau…sedangkan rumput kita kusut masai. teman saya bilang: karena kita melihatnya dari jendela rumah kita sendiri, coba deh mampir ke rumah tetangga dan menengok ke halaman rumput kita sendiri. Nha, kelihatan kan kalo punyak kita juga okey πŸ™‚

    Juga, ini mungkin soal perspektif. Obyek di posisi lbh rendah dan dilihat dalam sudut kemiringan tertentu (jendela tetangga) kelihatan lebih penuh dan lebat. kalo dilihat dari posisi tegak lurus (jendela rumah ybs) baru kelihatan kalo ada bolong2nya, kagak rata dll. In my humble opinion seh…

    anyway postingan yg penuh makna, salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: