Kalau semua orang jadi penjahat ?

September 5, 2008 pukul 10:10 am | Ditulis dalam Indonesiana | 22 Komentar

Kalau polisi jadi penjahat, guru jadi penjahat, petani jadi penjahat, dokter jadi penjahat, blogger jadi penjahat, presiden jadi penjahat, hakim & jaksa jadi penjahat, lantas penjahat jadi apa ?

Demikian sebuah teka-teki yang saya dapat dari anak tetangga saya, yang duduk di bangku kelas 3 SD.
Saya pun berpikir keras untuk menjawab teka-teki itu. Bersamaan dengan itu pikiran saya pun bercabang, bagaimana jika sekiranya teka-teki itu menjadi suatu kebenaran. Kehidupan seperti apakah yang akan kita hadapi, jika sekiranya orang-orang yang memegang jabatan yang mulia tersebut benar-benar menjadi penjahat. Sungguh sulit saya membayangkannya, bahkan bulu kuduk saya sampai merinding memikirkan “kebrutalan” yang akan terjadi.
Bayangkan, kita menitipkan anak-anak kita disekolah setiap hari, bagaimana sekiranya guru-guru mereka di sekolah adalah para penjahat. Kita mempercayakan keamanan hidup kita pada Bapak dan Ibu Polisi, bayangkan jika bapak dan ibu polisi ternyata adalah penjahat. Kita mempercayakan tegaknya hukum dan keadilan pada Bapak hakim, bayangkan jika bapak hakimnya ternyata penjahat. Kita mempercayakan bangsa dan negara ini kepada bapak Presiden, bayangkan jika bapak Presiden ternyata adalah penjahat. Blogger juga jadi penjahat, isi blog hanyalah saling menimbulkan kebencian dan kejahatan lain. Sungguh, gelap rasanya hidup ini, jika teka-teki itu menjadi kebenaran.
Tapi, apakah tidak mungkin teka-teki itu jadi kebenaran ? Bisa saja. Bukankah setiap hari, koran-koran dan televisi memuat berita-berita yang terkadang membuat kita terperanjat. Banyak tokoh-tokoh yang memegang profesi dan jabatan yang kita kagumi, bahkan kita muliakan, saat ini tengah berurusan dengan aparat hukum, karena perbuatan-perbuatan melanggar hukum yang mereka lakukan. Jadi teka-teki diatas bukan tidak mungkin menjadi kebenaran. Nauzubillahi Min Zalik.
Baiklah, kembali ke teka-teki tersebut diatas, akhirnya saya menyerah setelah beberapa jawaban yang saya berikan ternyata salah. Kalau polisi jadi penjahat, guru jadi penjahat, petani jadi penjahat, dokter jadi penjahat, presiden jadi penjahat, hakim & jaksa jadi penjahat, lantas penjahat jadi apa ? Jawabannya :

 Penjahat, ya jadi……….Banyak. Gitu aja kok repot !

Iklan

22 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. penjahat dimana-mana ya…..
    saya kadang jahat tapi bukan penjahat 🙂

    # berlaku jahat, sudah menjadi tanda-tanda awal kejahatan ….. 🙂

  2. yang jelas… sayah jadi penjahat yang paling ganteng… *loh?*

    # heuheuheu…..penjahat “ganteng maut” nya, Jang Ichanx ….. 🙂

  3. penjahat jadi banyak temannya…. 😀

    # betul Kang Awan, kan penjahatnya juga jadi banyak….. 🙂

  4. Hahaha cerdas juga tuh 😀
    Kyai jadi apa ya?

    # kyai juga jadi penjahat Kang, tapi kalau “Mantan Kyai” pasti jadi “Mantan Mantan Kyai”, artinya nggak jahat…… 🙂

  5. Halo, semuanya. Lam kenal ya. Kontak2 ya. Hani, 081331607420) :w1

    # salam kenal….., no contact diumbar Neng ?…. 🙂

  6. Kalau semua jadi penjahat, maka tidak ada orang baik … dalam artian … Makna kata yang ‘jahat’ menjadi seperti makna kata ‘baik’ …

    Moga aku gak ditanya adeku 😀 …

    Salam kenal …

    # salam kenal juga Kang, terima kasih sudah mampir di sini…..

  7. penjahat jadi politikus dong..

    # betul Kang Iman…. 🙂

  8. yg jelas para penjahat akan ganti profesi, ada yg jadi presiden, menteri, hakim, jaksa, pengacara, tentara, polisi, guru dsb. … lho kok jadi mbulet begini ya ?hehehe

    # kebalik nggak Kang Grandis…. 🙂

  9. Salam
    Waduh Si Akang mah jadi asa sieun ngabayangkeuna oge, he..pkoknya klo jadi penjahat semua ya..kiamat kali 😀

    # puguhan oge Teh, duka kumaha kajantenanna nya, upami leres teh sapertos kitu ?

  10. Kang, besok nulis kalo semua orang menjadi ustadz yah … kira2 apa yang terjadi 🙂

    # wah, usulan yang bagus Neng Rindu, tapi nampaknya lebih pas kalau dibahas oleh Kang Mantan Kyai….. 🙂

  11. Oh… Kirain penjahat jadi bejibun. Ternyata jawabannya penjahat jadi banyak toh?

    Sayang ya, koruptor tidak disebut penjahat.

    # hmmm, bejibun = banyak kan ? atau ada arti lain ? koruptor mah udah bener-bener penjahat, nggak masuk kategori Kang…. :d

  12. ..kirain jawabannya, kalo semua jadi penjahat, maka penjahatnya jadi nganggur dong….

    # heuheuheu….statusnya udah penjahat, ya penjahat aja, kecuali jadi ‘mantan penjahat” kali ya ?

  13. wah, teka-teki yang menarik, Mas yoyo. yang pasti tak akan ada lagi penjahat, mas. sebab untuk bisa disebut penjahat itu mesti ada orang baik. seperti halnya, orang disebut miskin jika ada orang kaya, haks ….

    # hampir sama sengan ulasan dari Kang Bisaku, Pa Sawali, ada pembandingnya ya ?

  14. Sebenarnya tergantung persepsi kita akan penjahat itu sendiri, kalo manusia yang membuat satu kesalahan dan merugikan diri sendiri/orang lain itu penjahat, maka semua orang pada hakekatnya adalah penjahat.

    Tapi kalo yang dimaksud penjahat adalah yang salah dimata hukum lalu dipenjara, maka teka-teki diatas jadi gak mungkin ada, karena yang pasti semuanya dah masuk penjara 😛

    # heuheuheu…yang jadi sipir penjara-nya mungkin penjahat juga ya Kang ?

  15. lha trus siapa yg ngrepotin klo gitu !?!?! 🙂

    wah tp sekrang mah jd penjahat gampang …. 🙂

    # akhirnya saling ngerepotin kali…..ya ?

  16. jadi apa ya ?? 🙄

    # asal jangan jadi “moemet” aja Kang….. 🙂

  17. jika syurga dan neraka tak pernah ada… masihkah ada label penjahat?

    # hmmm……., belum bisa kasih jawaban….. 🙂

  18. Bukankah sekarang bukan sekadar teka-teki Mas, tap kenyataan? Wallahualam bissawab.

    # hanya sebuah sindiran, postingan saya ini, sepertinya memang begitu Kang Ersis….. 🙂

  19. Mudah2an penjahat tadi malah sadar dan ganti profesi jadi guru, polisi, dosen, dokter dsb nya

    # wah, bisa aja ya ? kan mendingan mantan orang jahat daripada mantan orang baik ya ?

  20. Salam kenal Mas …, menurut saya semua orang tanpa terkecuali dapat berbuat jahat dan menjadi penjahat. Mengutip perkataan Bang Napi ” Waspadalah” kejahatan itu dapat timbul karena adanya “kesempatan” bukan semata dari sebuah rencana. Kita juga harus waspada terhadap diri kita agar jangan sampai menjadi penjahat. Orang berbuat jahat dan menjadi penjahat selalu faktor pendorong dari dalam diri “Money, Power dan Prestige” dan banyak lagi. http://igoman.blogspot.com/2008/09/power-prestige-or-money-what-drives-us.html

    # salam kenal Kang, terima kasih sudah mampir di sini…… 🙂

  21. yg sejatinya pejahat hanya bisa tertawa terbahak2,hahahaha..

  22. Your style is very unique in comparison to other people I have read stuff
    from. Thanks for posting when you’ve got the opportunity, Guess
    I will just bookmark this web site.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: