Angry Management

September 21, 2008 pukul 11:02 am | Ditulis dalam Diskusi | 24 Komentar

Seorang dokter pernah menyampaikan kepada saya, bahwa obat dan racun sebenarnya adalah sama. Yang membuat mereka berbeda adalah “ukuran” atau “takaran” nya saja. Kalau seseorang mengkonsumsi obat secara berlebihan atau melebihi takaran yang seharusnya (overdosis), maka obat yang tadinya bermanfaat, akhirnya bisa berubah menjadi racun bagi orang itu.

Setelah saya pikir-pikir, kelihatannya hukum “sesuai ukuran” atau “sesuai takaran” ini kelihatannya berlaku dalam semua bidang kehidupan kita yang lain. Kita ambil contoh, misalnya olah raga. Olah raga tentu saja merupakan aktivitas yang baik untuk menjaga kesehatan, namun kalau seseorang berolah raga atau berlatih secara berlebihan (over-training), maka hal itu malah dapat berakibat buruk bagi kesehatan dirinya. Karena itulah, dalam berolah raga, dinasehatkan agar kita melakukan olah raga secara “teratur dan terukur”.

Bagaimana halnya dengan marah ?

Saya kira prinsipnya sama saja. Rasanya sulit kalau kita mencari orang yang tidak pernah marah selama hidupnya. Bahkan para Rasul, Nabi dan orang-orang yang mulia lainnya, pun pernah marah dalam hidupnya. Apa yang membedakan kemarahan mereka dan (mungkin) kemarahan kita adalah, orang-orang mulia itu meski marah, mereka masih mampu mengendalikan marahnya. Sehingga meskipun mereka marah, kemarahan mereka pun adalah kemarahan yang “terukur”. Sementara kita, kalau marah, mungkin sudah sampai lepas kendali.

Kalau kita membaca kembali buku “Kecerdasan Emosional” yang ditulis oleh Daniel Goleman, hampir seluruh bukunya mengupas tentang bagaimana kemampuan mengendalikan (mengukur) emosi, merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan ini. Bukan berlebihan jika dikatakan bahwa, sukses atau tidaknya seseorang dalam kehidupan ini, sangat tergantung kepada kemampuannya “mengukur” ekspresi emosional, baik dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri (intra-personal) maupun dalam hubungan seseorang dengan orang lain (inter-personal).

Berabad-abad yang lalu, Nabi Muhammad, SAW ternyata sudah mendapat info dari Allah, SWT tentang pentingnya “menjadi cerdas secara emosional” dalam melakoni hidup dan kehidupan di dunia. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, Nabi Muhammad mengajukan pertanyaan kepada para sahabatnya. Siapakah yang paling kuat di dunia ini ? Mereka menjawab bahwa orang yang paling kuat adalah mereka yang selalu menang dalam berbagai pertarungan. Namun Nabi Muhammad menyanggah jawaban itu, dan mengatakan, orang yang paling kuat adalah mereka yang mampu mengendalikan diri pada saat marah.

Jadi, bila anda ingin marah, silakan…!!!  ingin diam, silakan….!!!     asal jangan…………. :d

# Selamat menjalankan ibadah Shaum hari ke-21 teman-teman, semoga semakin bisa menahan hawa nafsu….dan bersiaplah “mengalap berkah” Malam Lailatul Qadar…..

Iklan

24 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. entah kenapa ya, kdg2 kl didukung situasi yg menumpuk2, misal seseorang ngeyel sementara saya sedang sariawan misalnya, emosi saya bisa meledak seketika.. yg tadinya msh adem ayem tb2 saya bisa berteriak, setelah itu menyesal sekali.. apa berarti saya ga cerdas secara emosional? hmmm… dunno 😕

    itu adalah salah satu jenis ekspresi emosional yang perlu dimanage juga Mbak…. 🙂

  2. kalau melihat ajaran di film Bad Boys, angry management dengan menarik nafas panjang, dan wooosyaaaaaaaaaahhhhhhhhhh woosyaahhhhhhhhhhhhh…

    heuheuheu………Kang Iman ini, pendekatannya ke film lagi…… 🙂

  3. berhubungan seks juga bisa meredam amarah… 😀

    # hmmmm…………..bisa…..bisa…… 😀

  4. semoga kesabaran selalu bersama kita semua, amin

    Amin…….Kang, semoga juga selalu ikhlas dalam segala hal…..

  5. jadi sabar itu gak gampang…

    betul Kang……..

  6. salam
    wah saya pernah nonton film tentang ini, ga gampang menahan amarah tapi tak semua bentuk kemarahan itu salah kok, misalnya saat rasul dan para sahabat dulu sering berperang di bulan ramadhan pasti harus punya amarah dan marah untuk melawan musuh Alloh. ya eniwei bisa memilah mana hal yang pantas membuat kita marah atau tidak *jadi panjang*
    BTw Kumaha damang sakulawargi Kang, kaleresan ke wengi sim abdi mah bade mudik ka lembur, lumayan rada tebih janten hiatus heula ngeblogna.
    Wilujeng boboran siam wae, hapunten lahir bathin 🙂
    ciao.

    sami-sami Teh Nenyok, wilujeng boboran siam, hapunten oge ti sim kuring, lahir bathin…..

  7. betul mas yoyo kesabaran itu sangat sukar untuk dilaksanakan mas. karena charakter ini biasanya terjadi alamiah mas

    terima kasih postingannya mas yoyo
    sukses mas

    terima kasih juga, Kang Made untuk kunjungan dan sanjungannya……. 🙂

  8. lha Yoyo sendiri ngapain nih kalau pas lagi marah ? 🙂

    bervariasi Mbak Ely, kadang meledak kadang diem….. 😀

  9. hmmmm tapi kalo gak disalurkan katanya malah bahaya….
    jadi salurkan saja!
    DENGAN NGEBLOG 😀

    nah…sebuah management lagi nih dari Kang Widodo…… 😀

  10. kalo marah, saya biasa shalat dan mengaji…. *waduk pisaaaaan* wakakakakak

    heuheuheu…..naha janten waduk Jang Ichanx ? wilujeng shaum ah, Jang Ichanx, salam buat Juve…. 😀

  11. Nahan marah emang susah tuh. Jadi memang harus ada anger management. Tapi bagi saya lebih sulit lagi kalau nahan kentut, entah di rumah entah di kantor (bahkan lagi rapat!). Kira2 ada nggak ya breaking-wind management? :mrgreen:

    ok juga

  12. saya ingin diam saja lah ….

    boleh lah…. 🙂

  13. mudah2 pada bulan puasa ini ujian kita tambah sempurna dengan menahan amarah yang tidak perlu 🙂

    *salam kenal… bobotoh bogor-depok

    salam kenal juga Kang…..

  14. kalo saya marah paling hanya diam dan menahan sambil nafas lalu keluarkan perlahan-lahan. sambil menghitung 1, 2, 3… hehehhe

  15. hiks.. saya belum menemukan anger management yang pas kang yoyo, … selama ini saya berlaku kurang enak kepada orang2 terdekat bila saya sedang dalam tahap marah … 😦 😦 mencari dan terus mencari …

  16. pengen belajar lebih sabar…tapi susah euy….

  17. Kalao marahan, saya paling menggerutu sendiri. Kenapa saya tidak diberikan kemudahan dan kecerdasan untuk dapat membuat orang lain ngerti dan ngerti.
    Ini kalo kasusnya terjadi dengan orang lain, nah kalo tiba2 marahan sendiri itukan nggak mongkeeeeeeeeen. nanti di cap darah tinggi lagi!! ngeri ah

  18. kata ustadz kalo lagi marah itu harus wudhu itu anger management … 🙂

  19. Saya teringat dengan bunyi salah satu ayat dalam Al-quran:

    Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” [Al-A’raaf : 55]

    Semoga kita semua mendapat berkah malam lailatul qadar.

  20. […] tahun saya yang berbahagia ini. Terima kasih kepada: Andif, Donny Verdian, L 34 H, Diana Banks, Yoyo, indahjuli, Yari NK, Paman Gober, Mas Koko, Qisthon, Darkum Sudiro, mima, Gelandangan, Andi MSE, […]

  21. Zikir bisa membuat jiwa menjadi tenang, dengan demikian maka kemarahan juga dapat di redam…

  22. Kok udah lama enggak pernah di update sih mas yoyo

    udah update Kang….. 🙂

  23. Kalo lg jengkel, bs aje nulis di blog ato kalo aye, ambil kamera buat hunting dech 🙂

  24. hmmm.. +sedang mempertimbangkan buat beli samsak+


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: