Rumah kita “rumah-ku & rumah-mu”

September 26, 2008 pukul 2:00 pm | Ditulis dalam Lebaran | 39 Komentar
Tag: ,

Sebagai pendatang di kampung halaman orang lain, kami mempunyai rejeki untuk membeli sebuah rumah di sebuah perumahan, yang sebenarnya juga merupakan bagian dari fasilitas perusahaan tempat bekerja.
Layaknya rumah-rumah di perumahan yang lain, maka bentuknya sama dan seragam, hanya cat dan nomor rumahnya yang berbeda. Apa yang ingin saya ceritakan disini, adalah betapa rumah ataupun apa saja yang sebenarnya kita miliki dan pergunakan, mencerminkan siapa diri kita (watak) kita yang sebenarnya.
Kembali ke soal rumah tadi. Meski setiap rumah yang sama persis bentuk, ukuran, luas tanahnya, kualitas dan fasilitasnya, dalam perjalanan waktu, masing-masing rumah tersebut secara perlahan-lahan berubah – bermetamorfose dan menjadi berbeda antara satu dengan yang lain.
Ada rumah yang dalam perjalanan waktu, oleh penghuninya berubah menjadi sebuah rumah yang teduh dan asri. Ada rumah yang berubah bahkan menjadi seperti taman bunga. Ada rumah yang kemudian berubah menjadi ruko. Ada rumah yang berubah menjadi/dikelilingi kebun sayur-sayuran. Ada rumah yang seolah menjadi pasar burung, karena penuh dengan sangkar burung bergelantungan karena hoby pemiliknya. Ada rumah yang menjadi pelangi karena dicat ulang warna-warni oleh pemiliknya. Ada rumah yang tetap sama seperti aslinya. Ada rumah yang cepat sekali menjadi kumuh, seolah-olah terkena kutukan penyihir jahat.
Belum lagi kalau kita berkesempatan melongok ke dalam masing-masing rumah tersebut. Ada yang begitu kita masuk, kita seolah-olah masuk ke toko elektronik karena penuh dengan barang-barang elektronik berbagi rupa dan model. Ada rumah yang membuat kita seolah-olah masuk ke taman kanak-kanak, karena penuh dengan segala hiasan dan permainan untuk anak-anak. Ada rumah yang membuat kita seolah masuk kerumah tradisional suku tertentu, karena segala perabot dan pernak-perniknya semua bernuansa etnis. Ada rumah yang membuat kita seolah-olah masuk perpustakaan karena penuh dengan lemari berisi buku disetiap dindingnya. Ada juga yang membuat kita seolah tersesat ke kandang binatang, karena sangat berantakan, kotor dan bau…apalagi kalau kita sempat numpang ke kamar wandinya wuiihhhh…..serem…….
Kenapa rumah, yang tadinya sama persis, sama tahun pembangunannya, sama bahan dan kualitasnya, sama ukuran dan bentuknya, sama fasilitas dan sarananya, tiba-tiba menjadi begitu berbeda satu dengan lainnya ? Jawabnya, karena watak penghuninya. Ya, karena watak penghuninya. Penghuni yang apik resik membuat rumahnya menjadi apik dan resik, teduh tentram. Penghuni yang gila buku, membuat rumah jadi perpustakaan, penghuni yang suka musik membuat rumah menjadi studio, penghuni yang suka seni membuat rumah menjadi galeri,….penghuni yang jorok, membuat rumah menjadi jorse-se-se…..seperti kandang hewan…..
Jadi kesimpulannya….apa pun yang kita miliki, pakaian, kendaraan, rumah, dan lain-lain, baik atau buruknya, akhirnya tergantung kepada watak kita sebagai pemiliknya. Makanya ada ungkapan, ditangan ditangan yang baik, sebuah gubuk pun bisa menjadi surga. Sebaliknya di tangan yang buruk, sebuah istana bisa menjadi neraka.

hanya bilik bambu tempat tinggal kita
tanpa hiasan tanpa lukisan
beratap jerami beralaskan tanah
memang semua ini milik kita …

hanya alang-alang pagar rumah kita
tanpa anyelir tanpa melati
hanya bunga bakung tumbuh di halaman
namun semua ini rumah kita……..
Selamat mudik teman-teman, selamat berjumpa dengan rumah tempat kelahiran di kampung halamannya, Taqabbalalohu Mina Waminkum, Syiamanna Wa Syiamakum, Minal Aidzin Wal faidzin, mohon maaf lahir & bathin untuk segala kekhilafan dan semoga kita semua kembali ke fitrah di hari kemenangan, Amin……
Iklan

39 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. met lebaran yach … maaf lahir bathin

    sama-sama Mbak Ely, met Lebaran juga, gimana Lebaran di negeri Jerman ?

  2. Met Lebaran Mas Yoyo, semoga Idul Fitri kali ini memberi kebaikan untuk kita semua 🙂

  3. Rumahku istanaku…..dulu, karena tinggal di rumah dinas, barang2nya ya milik perusahaan tempat saya bekerja. Setelah keluar dari rumah dinas, barang tadi bisa dibeli…jadi ikutan pindah ke rumahku sekarang

    Selamat mudik
    selamat berlebaran di kampung halaman nan sejuk
    semoga selamat sampai di tujuan
    Mohon maaf lahir batin

  4. selamat datang di tempayan darah kelahiran …

  5. Selamat mudik, Mas..
    Selamat menunaikan akhir bulan Ramadhan
    dan selamat pula mempersiapkan hari raya Idul Fitri..

    Semoga kita semua kembali ke fitrah, setelah liburan lanjutkan diskusi kita ya hehehe…

  6. Saya juga tinggal di kompleks yg rumahnya seragam (awalnya). Kalau ada teman mau ke rumah saya, mereka saya beri alamat plus petunjuk “pokoknya rumah yg bentuknya masih asli …” berhubung di situ semua rumah sudah di-renovasi kecuali rumah saya … hehehe.

    Selamat mudik dan merayakan lebaran di kampung halaman, maaf lahir bathin ya …

  7. lagunya mantap banget.. hehehe
    salam kenal juga yaz

  8. ga kerasa ramadhan segera berakhir, moga kita diberi umur panjang bertemu ramadhan tahun depan.

    selamat idul fitri minal aidzin wal fa idzin.

  9. mohon maaf lahir dan batin bro

  10. betul bangte, mas yoyok, faktor manusia madih menjadi penentu. btw, selamat mudik juga, mas yoyok, semoga selamat dan lancar perjalanannya. juga selamat menyambut hari kemenangan, minal aisin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.

  11. Karena memang manusia diciptakan untuk memberi warna kepada lingkungannya. Alangkah sayangnya kalau kita yang terwarnai oleh lingkungan. Tul nggak Mas? 😀

  12. Mungkin rumah kita sebaiknya menjadi multifungsi. Ya, toko elektronik, ya toko mainan kanak2, ya restoran, ya masjid, ya kantor, ya hotel, bahkan juga mungkin jadi WC umum. Huehehe…. Yah, namanya saja rumah, tempat di mana kita menjalankan berbagai macam kegiatan…… 😀

  13. selamat mudyik yah. minal aidin wal faizin 😀

  14. Bukan bermaksud mempercepat waktu, tapi jaga2 jika tepat pada awal Syawal belom bisa nge-blog dulu, maka, saya, AriefDJ™ dengan ketulusan dan segala kerendahan hati mengucapkan :
    “Taqobbalallohu minna wa minkum..
    Minal Idzin wal faidziiiinn….
    Maaf lahir bathin..”

  15. rumah ku dah di cat… jadi sekarang dah kelihatan baru lagi
    mantap lah pokoknya.

    mat lebaran ya. open house gak neh di rumahnya?

  16. Konon rumah adalah cermin jiwa pemiliknya…sesederhana apapun.
    sekalian ngucapken minal aidin wal faidzin

  17. rumah itu mahal..
    lebih mahal lagi bila hatkta tak memiliki rumah..

  18. hwaaa, rumahku rumah tomat dong, coz halamannya penuh dengan pohon tomat

  19. met lebaran, mohon maaf lahir bathin

  20. Met lebaran Mas. Mohon maaf lahir bathin

  21. Terima kasih atas artikelnya…..
    Oya,minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin
    Salam, Model rumah

  22. Insya Allah , rumah kita semua ya kang ???

  23. Saya sering sekali berkata kata yang tidak semuanya indah, kadang saya salah, mungkin riya, mungkin sedikit dusta … dan saya mohon untuk dimaafkan segala kesalahan saya yah 🙂

    Minal aidin wal faidzin … maafkan saya lahir dan batin karena beginilah kewajiban kita sebagai hamba untuk meminta maaf dan memberi maaf.

    Rindu [a.k.a -Ade-]

  24. Mampir Silaturahmi untuk mengucapkan …Minal Aidzin Wal Faidzin..Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

  25. maaf atas segala kesalahn mas,,,

  26. Perhatian-perhatian…..
    Diberitahukan kepada para penumpang RAL (Ramadhan Air Line) dg nomor penerbangan 1429H
    Bhw perjalanan akan ditempuh dalam waktu satu hari lagi.
    Ketinggian jelajah amal DILIPATGANDAKAN. Dengan 7an taqwa.
    Para penumpang diharap tetap mengenakan sabuk AMANAH & menegakkan kursi IMAN & IKHLAS.
    Penerbangan ini bebas asap DENGKI.
    Atas nama awak kabin yang bertugas,
    Kami ucapkan “SELAMAT MENIKMATI BONUS-BONUS PAHALA. SEMOGA SELAMAT SAMPAI TUJUAN”
    MINAL AIDIN WALFAIDZIN.

  27. Kalo saya belum sampai pada tahap rumah, tapi masih kamar, hehe. Pengennya sih punya rumah model jawa kuno dengan halaman luas, banyak tanaman buahnya, trus bikin kolam kecil yang diisi gurami, ohhh impianku….

  28. happy aidil fitri 😀 mohon maaf lahir batin

  29. Artikel Rumah kita ‘Rumah-ku & Rumah-mu’, menarik juga…..
    Saya tunggu artikel-artikel selanjutnya……

  30. Wilujeng boboran siam, hapunten nu kasuhun ti luhur sauusap rambut ti handap sausap dampal.
    Belum lama punya rumah sendiri, masih bingung bagaimana ngaturnya agar menjadi rumahku surgaku 🙂 Alhamdulillah ketang, Allah telah memberikan rizkinya untuk kami. Tinggal pandai2nya merawat

  31. selamat lebaran… mohon maaf lahir dan batin….

  32. mohon maaf lahir batin. semoga perjalanan mudik dan “menghilir” aman2 saja.

  33. Rumah memang istana … saya suka rumah yang ada aquariumnya …

  34. maaf lahir batin akang… punten bilih aya kalepatan….

  35. huuu….bikin tambah kangen rumah…

    minal aidin wal faidzin jg kang..maap lahir bathin 🙂

    salam dari koeln yg udh mulai berwarna dan dingin..

  36. Mumpung ketupat lebaran blm basi,mhn maaf lahir batin ya mas. Salam kenal mas.
    Skalian mhn doanya restunya biar sy jg pny rumah sndr nantinya.
    Halah, ngarep 🙂

  37. saya juga baru ngecat ulabg “rumah” saya 😀

  38. salam kenal mas, saya juga rindu pulang ke rumah. udah dua tahun gak pulang pulang..hiks…hiks..

  39. mohon maaf lahir batin ya mas..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: