Kekuatan Sebuah Keinginan

Oktober 16, 2008 pukul 8:09 am | Ditulis dalam Diskusi, Go-Blog, Indonesiana | 15 Komentar

Suatu hari Socrates, sang philosof, didatangi seorang pemuda yang bertanya tentang bagaimana mencapai kebijaksanaan. Oleh Socrates pemuda itu dibawa ke tepi sungai lalu dibenamkannya kepala pemuda itu kedalam air sampai pemuda itu meronta-ronta karena hampir kehabisan nafas. Setelah si pemuda berhasil mengangkat kepalanya dari air dan menenangkan diri, Socrates bertanya kepadanya, apa yang kamu inginkan ketika hampir kehabisan nafas ? pemuda itu menjawab tentu saja ia sangat menginginkan udara (oksigen maksudnya). Socrates melanjutkan, jika keinginanmu untuk mencapai kebijaksanaan sama kuatnya dengan keinginanmu untuk mendapatkan udara ketika hampir kehabisan nafas dalam air, maka kamu pasti akan mendapatkan kebijaksanaan itu.

Apa yang terkandung dalam kisah Socrates diatas ? menurut saya Socrates menyampaikan betapa pentingnya kekuatan keinginan (The Power of Will) kalau kita ingin mencapai sesuatu. Bukan sesuatu yang berlebihan jika kita katakan, apa yang kita dapatkan berbanding lurus dengan keinginan kita mendapatkannya.
Dalam analisanya mengenai motivasi manusia, Anthony Robbin mengatakan, hanya ada dua yang sebenarnya mendorong setiap tindakan manusia, yakni, mengejar kebahagiaan dan menghindari penderitaan. Sejauh mana kita sungguh-sungguh ingin mendapatkan kebahagiaan atau sejauh mana kita sungguh-sungguh ingin menghindari penderitaan, sekuat itu pulalah keinginan atau will yang kita miliki, dan sejauh itu pula pencapaian yang akan kita dapatkan.
Jadi, kalau kita mengevaluasi hidup dan pencapaian yang telah kita raih sejauh ini, semuanya menunjukkan dengan jelas itulah tingkat will atau keinginan yang berhasil kita kembangkan dalam diri kita selama ini. Kalau kita merasa hidup kita mandek dan tidak bergerak kemana-mana, itulah level atau tingkat will yang ada dalam diri kita, juga mandek dan tidak kemana-mana. Sampai kita berhasil menginginkan sesuatu SAMA KUATNYA seperti kita menginginkan oksigen ketika kita kehabisan nafas, baru pada saat itulah kita mungkin mendapatkan apa yang kita inginkan.
Jadi, kalau ingin mendapatkan sesuatu dalam hidup ini, cobalah tanya diri anda sendiri : Benarkah Anda sungguh-sungguh ingin mendapatkan hal itu ? Apakah Anda “meronta-ronta” untuk mendapatkannya ? Bahkan, apakah anda bersedia dan rela mati untuk mendapatkannya ? Kalau Anda dengan yakin menjawab 100% “YA”, bersabarlah sebentar, Anda pasti mendapatkannya. Namun kalau Anda menjawab “tidak” atau “ragu-ragu”, Anda pun harus bersabar, karena besar kemungkinan Anda tidak pernah mendapatkan apa yang anda inginkan tersebut.
Sampai Anda mampu merubah tingkat “will” Anda, barulah perubahan terjadi dalam hidup Anda. Percayalah :

“Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, sampai orang itu merubah nasibnya terlebih dahulu”.

Sudahkan teman-teman berkeinginan hari ini lebih baik dari kemarin ?

Mengapa selalu Kang Roy Suryo ?

Juni 14, 2008 pukul 12:04 pm | Ditulis dalam Go-Blog | 71 Komentar

 

Situs resmi KPU Jawa Timur, sejak hari Jum’at (13.06.2008) jam 10.00 telah dihack dengan menampilkan Kang KRMT Roy Suryo.
Di sana, Kang Roy dijadikan objek berita pada http://www.kpujatim.go.id/news.php?id=116 dan http://www.kpujatim.go.id/news.php?id=117.

Saya tidak membahas mengenai ketidaksiapan admin situs atau juga script untuk keamanan situs tersebut, tapi mengapa harus selalu Kang Roy Suryo ? nama saya juga ada Suryo-nya, beda nasib aja, kalah tipis…. 🙂

Pertanyaannya adalah :

– Apa yang salah dengan Roy Suryo, mengapa selalu dijadikan objeck hack pada setiap aksi perusakan situs ?

– Apakah tidak ada objek lain untuk dijadikan bahan ?

Saya membahas hal ini dalam tatanan sebagai manusia biasa, yang tidak pernah luput dari lalai dan khilaf, begitu pula dengan beliau. Kita ingat beberapa waktu yang lalu Kang Roy Suryo ini membuat beberapa statement yang kontroversial dan membuat bara blogger merasa didzalimi. Tapi ingat, namanya juga manusia. 

Kalau saya lihat, baik di postingan atau di komentar-komentar, saya sering menjumpai trade mark seperti Hi. Roy™ !, kemudian KERMIT (mungkin karena Kang Roy ini adalah Bangsawan dengan gelar KRMT) dan juga komentar-komentar lain yang bernada sinis.

Saya melihat komentar-komentar yang muncul hanyalah semacam “latah”, ikut-ikutan merasa harus meledek Kang Roy Suryo dan saya kurang mengerti, apa dasarnya sehingga semuanya begitu membencinya.

Kang Roy Suryo ada dalam posisi yang didzalimi, orang yang didzalimi, do’anya selalu diijabah. Tidak pernahkah kita merenungkan hal itu ?

Tapi secara advertising, Kang Roy ini sudah diiklankan secara gratis 🙂

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.