RUU Pornografi, bagaimana dengan anda ?

Oktober 22, 2008 pukul 9:50 am | Ditulis dalam Diskusi, Indonesiana | 23 Komentar

 

Kalau yang ini masuk kategori porno nggak sih ?

# Poll-pollan menggunakan jasa baiknya polldaddy, hatur nuhun !

Iklan

Kekuatan Sebuah Keinginan

Oktober 16, 2008 pukul 8:09 am | Ditulis dalam Diskusi, Go-Blog, Indonesiana | 15 Komentar

Suatu hari Socrates, sang philosof, didatangi seorang pemuda yang bertanya tentang bagaimana mencapai kebijaksanaan. Oleh Socrates pemuda itu dibawa ke tepi sungai lalu dibenamkannya kepala pemuda itu kedalam air sampai pemuda itu meronta-ronta karena hampir kehabisan nafas. Setelah si pemuda berhasil mengangkat kepalanya dari air dan menenangkan diri, Socrates bertanya kepadanya, apa yang kamu inginkan ketika hampir kehabisan nafas ? pemuda itu menjawab tentu saja ia sangat menginginkan udara (oksigen maksudnya). Socrates melanjutkan, jika keinginanmu untuk mencapai kebijaksanaan sama kuatnya dengan keinginanmu untuk mendapatkan udara ketika hampir kehabisan nafas dalam air, maka kamu pasti akan mendapatkan kebijaksanaan itu.

Apa yang terkandung dalam kisah Socrates diatas ? menurut saya Socrates menyampaikan betapa pentingnya kekuatan keinginan (The Power of Will) kalau kita ingin mencapai sesuatu. Bukan sesuatu yang berlebihan jika kita katakan, apa yang kita dapatkan berbanding lurus dengan keinginan kita mendapatkannya.
Dalam analisanya mengenai motivasi manusia, Anthony Robbin mengatakan, hanya ada dua yang sebenarnya mendorong setiap tindakan manusia, yakni, mengejar kebahagiaan dan menghindari penderitaan. Sejauh mana kita sungguh-sungguh ingin mendapatkan kebahagiaan atau sejauh mana kita sungguh-sungguh ingin menghindari penderitaan, sekuat itu pulalah keinginan atau will yang kita miliki, dan sejauh itu pula pencapaian yang akan kita dapatkan.
Jadi, kalau kita mengevaluasi hidup dan pencapaian yang telah kita raih sejauh ini, semuanya menunjukkan dengan jelas itulah tingkat will atau keinginan yang berhasil kita kembangkan dalam diri kita selama ini. Kalau kita merasa hidup kita mandek dan tidak bergerak kemana-mana, itulah level atau tingkat will yang ada dalam diri kita, juga mandek dan tidak kemana-mana. Sampai kita berhasil menginginkan sesuatu SAMA KUATNYA seperti kita menginginkan oksigen ketika kita kehabisan nafas, baru pada saat itulah kita mungkin mendapatkan apa yang kita inginkan.
Jadi, kalau ingin mendapatkan sesuatu dalam hidup ini, cobalah tanya diri anda sendiri : Benarkah Anda sungguh-sungguh ingin mendapatkan hal itu ? Apakah Anda “meronta-ronta” untuk mendapatkannya ? Bahkan, apakah anda bersedia dan rela mati untuk mendapatkannya ? Kalau Anda dengan yakin menjawab 100% “YA”, bersabarlah sebentar, Anda pasti mendapatkannya. Namun kalau Anda menjawab “tidak” atau “ragu-ragu”, Anda pun harus bersabar, karena besar kemungkinan Anda tidak pernah mendapatkan apa yang anda inginkan tersebut.
Sampai Anda mampu merubah tingkat “will” Anda, barulah perubahan terjadi dalam hidup Anda. Percayalah :

“Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, sampai orang itu merubah nasibnya terlebih dahulu”.

Sudahkan teman-teman berkeinginan hari ini lebih baik dari kemarin ?

Selamat Ulang Tahun Ulil Amri !

September 9, 2008 pukul 10:56 am | Ditulis dalam Indonesiana | 22 Komentar
Tag: , ,

You are the BEST president of Republic of Indonesia that I ever know…
Neutral. Strong. Have commitment. Have a great partner (vice-president). Have ties with the military and to control them. Dedicate. Responsible.
I hope u can become the next president of Republic of Indonesia for the next 2009 Indonesia presidential election.

Long live Susilo Bambang Yudhoyono !

tapi….. ada di antara Bangsa Indonesia ini memang ringan bicara….mudah untuk mengkritik orang lain tanpa berkaca pada masa lalu dan dirinya sendiri….ayo Pak, semangat ! Perubahan positif itu terlihat koq, apapun yang orang bilang dan kritik….toh Presiden bukan Tuhan, kalau ada hal-hal yang buruk terjadi di sekitar kita, ya kita ikut tanggung jawab untuk merubahnya !

Kalau semua orang jadi penjahat ?

September 5, 2008 pukul 10:10 am | Ditulis dalam Indonesiana | 22 Komentar

Kalau polisi jadi penjahat, guru jadi penjahat, petani jadi penjahat, dokter jadi penjahat, blogger jadi penjahat, presiden jadi penjahat, hakim & jaksa jadi penjahat, lantas penjahat jadi apa ?

Demikian sebuah teka-teki yang saya dapat dari anak tetangga saya, yang duduk di bangku kelas 3 SD.
Saya pun berpikir keras untuk menjawab teka-teki itu. Bersamaan dengan itu pikiran saya pun bercabang, bagaimana jika sekiranya teka-teki itu menjadi suatu kebenaran. Kehidupan seperti apakah yang akan kita hadapi, jika sekiranya orang-orang yang memegang jabatan yang mulia tersebut benar-benar menjadi penjahat. Sungguh sulit saya membayangkannya, bahkan bulu kuduk saya sampai merinding memikirkan “kebrutalan” yang akan terjadi.
Bayangkan, kita menitipkan anak-anak kita disekolah setiap hari, bagaimana sekiranya guru-guru mereka di sekolah adalah para penjahat. Kita mempercayakan keamanan hidup kita pada Bapak dan Ibu Polisi, bayangkan jika bapak dan ibu polisi ternyata adalah penjahat. Kita mempercayakan tegaknya hukum dan keadilan pada Bapak hakim, bayangkan jika bapak hakimnya ternyata penjahat. Kita mempercayakan bangsa dan negara ini kepada bapak Presiden, bayangkan jika bapak Presiden ternyata adalah penjahat. Blogger juga jadi penjahat, isi blog hanyalah saling menimbulkan kebencian dan kejahatan lain. Sungguh, gelap rasanya hidup ini, jika teka-teki itu menjadi kebenaran.
Tapi, apakah tidak mungkin teka-teki itu jadi kebenaran ? Bisa saja. Bukankah setiap hari, koran-koran dan televisi memuat berita-berita yang terkadang membuat kita terperanjat. Banyak tokoh-tokoh yang memegang profesi dan jabatan yang kita kagumi, bahkan kita muliakan, saat ini tengah berurusan dengan aparat hukum, karena perbuatan-perbuatan melanggar hukum yang mereka lakukan. Jadi teka-teki diatas bukan tidak mungkin menjadi kebenaran. Nauzubillahi Min Zalik.
Baiklah, kembali ke teka-teki tersebut diatas, akhirnya saya menyerah setelah beberapa jawaban yang saya berikan ternyata salah. Kalau polisi jadi penjahat, guru jadi penjahat, petani jadi penjahat, dokter jadi penjahat, presiden jadi penjahat, hakim & jaksa jadi penjahat, lantas penjahat jadi apa ? Jawabannya :

 Penjahat, ya jadi……….Banyak. Gitu aja kok repot !

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.